10 Bandara Terburuk dan Terkotor di Dunia
Traveling bisa menjadi masalah, terutama jika perjalanan mereka melibatkan tujuan dengan bandara yang buruk. Berikut kami tampilkan 10 Bandara Paling kotor Seduniadi seluruh dunia.
Pantai Losari, Icon Makasar
Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.
Tari Saman, Gerak Padu dan Energik dari Aceh
Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo.
Mengubah Icon / Logo Blog
Icon Blog adalah ciri khas dari sebuah blog. Dengan adanya variasi itulah ini membuat blog kita jadi hidup lebih hidup. Berikut kami tampulkan cara mengubah icon / Logo Blog
Brotowali, Resep Tradisional Indonesia
Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee) adalah tanaman asli indonesia yang mempunyai banyak khasiat sehingga banyak dijadikan ramuan obat di berbagai daerah di Indonesia.
Jumat, 02 September 2011
9 Makanan yang Menyehatkan Kulit
Kamis, 01 September 2011
5 Makanan Sehat Yang Kurang Populer
1. Buah Plum Kering
2. Bit

3. Labu
4. Terong

Terong yang mudah didapatkan ini banyak mengandung serat dan juga vitamin B1, B3, dan B6. Selain itu terong juga mengandung asam chlorogenic yaitu salah satu sayuran yang bebas dari hama serangga yang biasanya terdapat di sayuran, dan nasunin yaitu antioksidan yang telah dibuktikan dapat melindungi dan mencegah kerusakan sel-sel otak akibat penggunaan telepon genggam yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker.
5. Kacang-Kacangan
6 Kabupaten Terkaya di Indonesia
Sejumlah perusahaan besar beroperasi di kota ini, di antaranya Badak NGL (gas alam), Pupuk Kalimantan Timur (pupuk dan amoniak), dan Indominco Mandiri (batu bara). Bontang juga memiliki kawasan industri petrokimia dan merupakan kota yang berorientasi di bidang industri, jasa serta perdagangan.
2. Kabupaten Mimika, Papua
Berdasarkan data Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009, Kabupaten Mimika mencatat dana bagi hasil Rp424,33 miliar. Namun, perolehan dana bagi hasil itu masih lebih rendah dibanding Bontang yang mencapai Rp476,83 miliar.
3. Jakarta Pusat, DKI Jakarta
PDB per kapita tertinggi ketiga adalah Jakarta Pusat yang mencapai Rp224,41 juta. Sebagai daerah pusat ibukota pemerintahan, Jakarta Pusat diuntungkan dengan berkembangnya transaksi bisnis dan jasa. Upah atau gaji rata-rata yang diterima pegawai, pekerja atau buruh di Jakarta, tergolong tinggi, yakni Rp1,92 juta per bulan.
4. Kota Kediri, Jawa Timur
5. Kabupaten Siak, Riau
Kabupaten Siak juga memiliki potensi strategis mengingat daerahnya berada di wilayah segi tiga pertumbuhan ekonomi "Sijori" Singapura-Johor-Riau dan IMG-GT (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle).
Dengan jarak hanya 150 kilometer dari Singapura, Siak diuntungkan sebagai persinggahan alternatif bagi kapal pedagang di Selat Malaka dan bahkan berpotensi besar menjadi relokasi industri dan layanan perdagangan internasional.
6. Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat
Tips: Gaya Unik dan Menarik Saat Silaturahim
Kesederhanaan Idul Fitri
Tanpa untaian payet pada setiap helai kain merupakan prinsip utama dari kesederhanaan. Hanya permainan satu hingga dua warna yang digabungkan menjadi satu kesatuan yang dinamis. Jika ingin bermain dengan potongan, pilihlah yang simpel seperti shirt dress longgar, blus satin dengan detail pita besar berpadu rok midi A-line, hingga gaun panjang polos tanpa detail. Untuk menyempurnakan gaya busana bersahaja, padukan gaya minimalis dengan “alat pelengkap” seperti tas dan sepatu yang memiliki kreasi permainan warna yang disesuaikan dengan tema busana yang digunakan, atau bisa saja mengambil tema tabrak warna yang akan membuat tampilan bersahaja namun mampu mencuri perhatian.
Etnik eksentrik
Banyak cara untuk mengaktualkan sentuhan etnik pada gaya busana, seperti lewat materi bahan, warna, hingga permainan corak yang atraktif, seperti corak batik hingga motif kain ikat dan tenun tradisional khas timur Indonesia. Motif tradisional ini bisa digabungkan dengan busana modern jika ingin terlihat lebih kini.
Untuk permainan warna, pemakaian warna-warna yang teduh seperti coklat, beige, krem hingga hitam, menjadi pilihan yang tepat untuk menggambarkan kesan etnik yang kental pada gaya berbusana Anda. Agar lebih serasi, Anda bisa menggunakan aksesori dengan ornamen dasar kayu-kayuan hingga manik-manik kaya warna. Sempurnakan juga dengan alas kaki dengan aksen bebatuan atau sentuhan tradisional lainnya.
Binar kemewahan
Bertabur payet kristal, aneka bebatuan, pemilihan renda yang feminin hingga berhias sulaman mewah dan sequin, merupakan kunci dari gaya glamor. Tidak hanya itu, garis rancang permainan volume, draperi, hingga gaun berpotongan midi dan maksi pada setiap busana akan mempertegas kemewahan gaya glamor Anda. Permainan warna “bling-bling” seperti perak dan emas adalah warna yang sangat mencerminkan sisi glamor. Apalagi bila diaplikasikan pada sepatu atau tas genggam Anda.
Pilih warna tas genggam sesuai dengan kepribadian Anda. Untuk yang berjiwa muda, pilih tas genggam dengan paduan warna yang menyala seperti merah, biru, atau hijau. Sedangkan untuk Anda yang berjiwa klasik, warna nude dan hitam bisa menjadi pilihan yang jitu. Jangan lupa untuk memberikan aksesori pada tampilan gaya Anda dengan pemilihan kalung dan gelang dengan detail bebatuan mulai dari permata hingga berlian untuk mempertegas tampilan gaya mewah Anda.
Klasik elegance
Kesan cantik, indah, modern dan sopan, selalu hadir dalam balutan busana bertema elegan. Tampilan warna-warna lembut, hitam hingga bergradasi menyala dan keemasan akan membuat Anda semakin mencuri perhatian. Dalam segi potongan, gaya elegan klasik akan menyuguhkan kesan yang simpel dan sophisticated seperti permainan jaket pendek, celana lebar, busana panjang, tunik, hingga kemeja longgar. Untuk mendapatkan kesan berkelas, permainan bahan menjadi peranan yang sangat penting.
Bahan seperti sutera, linen, silk taffeta, french lace atau brokat Prancis, katun, hingga cool wool, bisa Anda hadirkan dalam balutan sebuah busana. Untuk menyempurnakan tampilan, jangan lupa memilih sepatu dan tas yang sesuai. Sepatu yang sempurna adalah sepatu yang indah di kaki wanita yang memakainya. Sepatu warna hitam, putih dan beige menjadi yang tepat untuk menonjolkan kesan elegan. Sedangkan untuk pemilihan tas genggam, model oversized atau shoulder bag dengan warna-warna yang netral seperti hitam, coklat, dan krem akan mampu membuat tampilan personal Anda terlihat lebih memikat.
8 Hal Yang Bisa Dilakukan Bila Tidak Mudik
1. Piknik bersama keluarga. Cara ini mungkin sudah lama tak Anda lakukan karena membeli makanan di tempat wisata kini dianggap lebih praktis. Namun, cobalah untuk kembali melakukan kegiatan ini. Pilih tempat yang memungkinkan Anda menggelar tikar, misalnya pantai dan taman. Taruh makanan yang sudah disiapkan dari rumah dan santap bersama keluarga. Jangan lupa membawa kantong untuk membawa kembali sampah atau sisa makanan Anda agar tidak mengotori lingkungan.
2. Menggelar makan bersama. Cara ini bisa Anda tiru bila Anda dan keluarga tinggal di sekitar perumahan. Ajak para tetangga yang tidak mudik untuk membuat acara makan-makan di lapangan kompleks. Masing-masing keluarga membawa makanan untuk disantap bersama, bila mungkin makanan tersebut dimasak sendiri. Selain seru dan tidak perlu memerlukan biaya besar, cara seperti ini semakin mengakrabkan Anda dengan keluarga-keluarga muda yang karena beberapa alasan tak dapat lagi merayakan Lebaran di kampung.
3. Keliling dengan teman-teman
Anda dan teman-teman (tentu sambil mengajak suami dan anak) mendatangi rumah kerabat lainnya. Ajak teman Anda yang tidak mudik. Caranya, Anda bisa menyewa mobil untuk berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya. Yang perlu diingat di sini, Anda dan teman-teman harus datang di hari yang tepat. Pihhlah hari kedua atau ketiga Lebaran ketika kerabat yang akan Anda kunjungi sudah tidak sibuk dengan keluarganya.
4. Mengunjungi teman-teman. Keuntungan bagi yang tidak mudik, Anda bisa mendatangi teman-teman lama atau kerabat kantor saat Lebaran. Cara ini cukup menyenangkan. Anda jadi tahu kabar mereka saat ini. Cerita akan semakin seru bila Anda dan teman itu sudah lama tidak berjumpa. Sekalian Anda bisa memperkenalkan suami dan anak kepada mereka.
5. Membawa makanan hantaran. Cara ini sering dilakukan di daerah-daerah di penjuru Indonesia. Sambil bersilaturahim, seseorang akan membawa makanan hantaran untuk si tuan rumah. Sebetulnya ini dilakukan antarkeluarga satu dengan keluarga lainnya. Berhubung keluarga Anda jauh di luar kota, Anda bisa melakukannya kepada tetangga dan rekan-rekan. Supaya lebih spesial, Anda bisa membuat sendiri hantaran tersebut.
7. Mengunjungi atasan. Bila Anda mempunyai hubungan yang kurang harmonis dengan atasan, inilah saatnya untuk memperbaiki hubungan tersebut. Anda bisa datang ke rumah atasan saat Lebaran. Tapi sebelumnya pastikan dulu apakah atasan Anda ada di rumah atau malah mudik bersama keluarganya. Selain itu perhatikan juga hari yang tepat untuk berkunjung. Misalnya Anda memilih hari ketiga atau keempat Lebaran. Ingat jangan datang pada hari pertama Lebaran karena bisa jadi waktu itu dikhususkan untuk keluarganya.
Selasa, 30 Agustus 2011
6 Amalan yang Tidak Diperbolehkan Saat Shalat Idul Fitri
Tidak melakukan adzan dan iqomah sebelum shalat Id
Hal ini mungkin tidak wajar bagi sebagian masyarakat kita yang sudah terbiasa dengan adzan dan iqomah terlebih dahulu sebelum shalat Id. Namun, berdasarkan hadits-hadits shahih, Rasulullah ketika tiba di masjid (biasanya Nabi saw shalat di tanah lapang) langsung menunaikan shalat tanpa ada adzan dan iqomah.
Tidak mengucap ‘ash sholatul jami’ah
Layaknya shalat berjamaah, masyarakat kita terbiasa ketika hendak memulai shalat, imam akan mengucapkan kalimat ásh sholatul jami’ah sebagai bertanda akan dimulainya shalat. Namun hal ini ternyata tidak pernah dilakukan Nabi saw dan para sahabat.
Tidak melakukan shalat qabliyah dan ba’diyah
Selain shalat tahiyatul masjid, shalat sunnah yang biasa kita lakukan ketika memasuki masjid adalah shalat qobliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah) shalat utama (shalat wajib atau sunnah). Akan tetapi, shalat ini tidak perlu Anda lakukan di hari Idul Fitri agar kita terhindar dari hal yang dikatakan mengada-ada dalam agama (makruh), karena dikhawatirkan akan mengurangi makna shalat Idul Fitri Anda. Hal ini sama sekali tidak pernah dipraktekkan oleh Baginda Nabi saw.
Berkhutbah tidak menggunakan mimbar
Berdasarkan hadits-hadits shahih Bukhari dan Muslim, Nabi saw selalu berkhutbah di tanah dan tidak berkhutbah di atas mimbar. Hal ini dikarenakan seumur hidupnya nabi saw selalu shalat Id di tanah lapang. Suatu kali Nabi saw pernah shalat Id di masjid karena kondisi saat itu yang tidak memungkinkan yakni hujan. Diriwayatkan bahwa saat itu Beliau berkhutbah di atas mimbar. Karena itu, kebiasaan masyarakat kita berkhutbah di atas mimbar meskipun jarang dipraktekkan Nabi saw masih diperbolehkan asal isi khutbahnya berisi wejangan, anjuran dan larangan.
Tidak memulai khutbah dengan bacaan takbir
Nabi saw biasa memulai khutbahnya dengan ‘Alhamdulillah…‘ dan tidak terdapat dalam satu hadits pun yang menyebutkan beliau memulai khutbah shalat Id dengan bacaan takbir. Hanya saja dalam khutbahnya, Beliau memperbanyak bacaan takbir.
Boleh tidak mendengarkan khutbah
Nabi saw memberi keringanan kepada jamaahnya untuk tidak mendengarkan khutbah shalat Id, baik karena alasan tertentu atau tidak. Artinya, mendengarkan khutbah tidak mengurangi nilai shalat Id. Kita pernah atau bahkan sering mendengar orang mengatakan bahwa khutbah merupakan satu paket dengan shalat Id dan sama-sama tidak boleh ditinggalkan. Karena itu, kita sering dilarang jika tidak mendengarkanb khutbah.
Amalan-amalan tersebut di atas tidak pernah dipraktekkan nabi saw ketika Beliau hendak melaksanakan atau memimpin shalat Id. Tentu, amalan di atas perlu kita hindari untuk melakukannya agar kita terhindar dari hal yang dikatakan mengada-ada dalam agama (makruh) dan karena dikhawatirkan akan mengurangi makna shalat Idul Fitri. Demikian, selamat merayakan hari kemenangan mohon maaf lahir dan batin. Wallahu ‘alam bissawaf.





